Senin, 21 September 2020

TAS YANG MEMBANGGAKAN

 

TAS YANG MEMBANGGAKAN

(Nana Supriyatna, S.Pd., MM)

Kepala TAS SMAN 1 Tenjolaya

 

Ilustrasi :

Seorang bapak tampak memasuki outlet penjual tas, disambut ramah oleh pelayan outlet tersebut :

Pelayan     : Selamat siang bapak, ada yang bisa kami bantu ?

Pembeli     : Saya mencari tas yang besar dan berkualitas

Pelayan     : Bapak datang di toko yang tepat, kami menjual berbagai macam tas yang diperlukan, kalau boleh tahu tas seperti apa yang bapak cari? Lanjut pelayan

Pembeli     : Tas yang besar, kuat, dan elegan

Pelayan     : Maaf tuan, kenapa harus tas model demikian?

Pembeli     : Tas besar dapat menampung semua kebutuhan, aman untuk menyimpan data-data penting, dan kalau dibawa dapat menunjang penamplan saya.

 

Ilustrasi diatas adalah percakapan imaginer yang menggambarkan kebutuhan seseorang akan tas yang dibutuhkan, tas yang berkualitas dan dapat dipercaya. Sekarang mari kita berasumsi bahwa tas itu adalah TAS (Tenaga Administrasi Sekolah) dan pembeli itu adalah Kepala Sekolah, atau atasan kita yang lain.

Kepala sekolah membutuhkan TAS yang besar, kaya dengan kompetensi, kreatif dan inovatif, selain itu pula dibutuhkan TAS yang kuat dalam pendirian, memiliki komitmen tinggi, dan mampu menyiapkan serta menyimpan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat administrative, sehingga ketika dibutuhkan dapat dengan cepat memberikan pelayanan. Disamping itu TAS juga harus memiliki kepribadian dan kompetensi sosial yang tinggi, sehingga dapat membantu dan mendampingi kepala sekolah dalam berbagai kesempatan.

Untuk menjadi TAS yang besar, kuat dan elegan tentunya diperlukan pengembangan diri untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya, baik melalui pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh pemerintah, maupun pengembangan diri secara mandiri melalui diskusi kelompok, sharing, atau bahkan menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Setiap orang ingin tumbuh, berkembang, sukses, dan maju. Keinginan yang wajar dan pantas untuk didukung. Manusia tidak hanya membutuhkan makan, minum, pakaian dan tempat tinggal yang layak, tetapi juga ada dimensi-dimensi psikis yang harus dipenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Manusia adalah fisik yang mempunyai pikiran, perasaan, mata hati, dan emosi. Tidak hanya itu manusia juga mempunyai jati diri sebagai manusia karena ia bersatu dengan realitas keadaan sekitarnya.

            Dalam berinteraksi kita membutuhkan fisik dan psikis  yang saling berhubungan, karena dengan bantuan tubuhnya manusia dapat  melambangkan perasaan, ekspresi, keinginan, emosi dan pikiran-pikirannya. Oleh karenanya, dalam usaha mengembangkan diri pun dipengaruhi berbagai faktor baik dari dalam maupun dari luar manusia itu sendiri.

            Kemampuan seseorang untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, berbeda-beda dan terkadang  tidak menyadari atau tidak memahami potensi yang ada dalam diri sendiri, sehingga tidak mampu mengembangkan kemampuan atau potensi diri sendiri. Oleh karenanya pemahaman yang benar terhadap potensi diri sangatlah penting.

Setiap orang menginginkan ‘menjadi diri sendiri’ dan semua orang mendambakannya. Kita adalah pribadi yang ‘unik’ ‘khas’ dan ‘istimewa’. Untuk menjadi menjadi semakin ‘unik’ ‘khas’ dan ‘istimewa’, lingkungan sekitar kita sesungguhnya dapat membantu pengembangan diri, kita bisa memanfaatkannya untuk menjadikan diri kita ‘berisi ‘yang paling baik’ dan yang unik. Kita bukan orang lain, bukan tiruan manusia lain. Tetapi kita adalah kita. Oleh karena itu biarkanlah diri kita berkembang sekarang juga, karena waktu adalah kesempatan yang tak bakal terulang kembali. Kita hanya memiliki satu kehidupan. Hidup adalah hari ini dan mengarah ke hari esok, maka “mulailah dari sekarang kita mengembangkan diri dan menjadi pribadi yang istimewa”!.

Lalu bagaimana cara kita mengambangkan diri?. Menurut Martha Mary McGraw dalam 60 Cara Pengembangan Diri (1987), beberapa strategi yang dapat dilakukan diantaranya adalah :

1.         Diri Bertanya Pada Sendiri

Siapa saya?, Mengapa saya diciptakan?, Bagaimana saya berhubungan dengan sang pencipta?,  Apa yang saya dambakan dalam hidup ini?, Apa yang paling berharga dalam hidup saya?, Sumbangan kecil apakah yang bisa saya buat agar sekitar tempat saya berada menjadi lebih baik?, Apakah saya perlu mengubah sesuatu? Apakah saya sudah cukup puas dengan keberadaan diri saya?

Hanya dengan berdialog dengan mata batin kita secara jujur maka kita dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

2.         Menjadi Diri Sendiri yang Khas

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang sama persis, dan tidak seharusnya kita meniru orang lain, kita adalah diri sendiri yang mempunyai khas-an yang tidak dimiliki oleh orang lain. Biarkan diri kita berkembang dengan ke khususan dan ke unikannya, dan jadikanlah hal itu menjadi modal dasar untuk meraih kesusksesan. Oleh karena itu menjadi diri sendiri yang khas dan unik adalah pilihan tepat.

3.         Berkembang Terus

Kita adalah bagian dari lingkungan, mari kita lihat diri kita, kita pasti akan menemukan keindahan dalam diri kita. Jadilah tumbuh-tumbuhan yang selalu hijau yang mekar sepanjang tahun, tanpa perlu ditanyakan apa sebabnya. Bunga-bunga liarpun bisa bermekaran menyemarakkan keindahan alam, dan di rumah kita. Kita adalah bunga itu.

Kita ajak sesama kita untuk bertukar pikiran, bertukar impian, maupun bertukar pengalaman. Kita tanyakan kepada mereka apa yang mereka miliki. Hal seperti ini dapat diibaratkan seperti penyerbukan silang. Senyumlah pada waktu kita mendengarkan pengalaman orang lain itu. Pasti akan ada manfaatnya bagi kehidupan kita.

4.         Menjadi Pribadi yang Menarik

Untuk menjadi menarik kita harus mengenali potensi dalam diri kita. Menarik tidak mesti cantik atau tampan, tetapi lebih pada pesona diri. Untuk menjadi seseorang yang menarik kita bisa mengeksplore kemampuan kita, menyadari kekurangan kemudian menutupinya dan menonjolkan sisi lebih untuk membuatnya menjadi menarik. Menjadi menarik juga merupakan pilihan, seseorang memilih menjadi menarik atau masa bodoh tergantung dari dirinya sendiri. Percayalah bahwa diri kita betul-betul menarik. Keindahan kita diperhitungkan.

Kita memang bukan orang paling tampan atau cantik, tetapi percayalah bahwa kita memiliki ketampanan tersendiri. Jangan pernah merasa minder. Kita hanya perlu mengenal keindahan diri kita. Kita hanya perlu meyakinkah diri kita sendiri: “Bahwa saya sungguh sangat menarik”

Seseorang yang memiliki konsep diri negatif akan merasa tidak percaya diri, tidak berani mencoba hal-hal baru, tidak berani mencoba hal yang menantang, takut gagal, rendah diri, merasa diri tidak layak untuk sukses dan masih banyak hal inferior lainnya. Sebaliknya seseorang dengan konsep diri yang positif akan terlihat lebih optimis, penuh percaya diri, dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialaminya (Gunawan, 2005)

5.         Mengembangkan Talenta

Tidak pernah ada kata terlambat mengembangkan diri kita teruslah belajar dan lakukan saja! Jangan pernah senang di zona nyaman, harus out of the box, menerabas keterbatasan. Kembalilah ’ke bangku sekolah atau kuliah’ Ikutilah lokakarya, seminar ataupun pelatihan. Kunjungilah ceramah-ceramah atau kita selenggarakan sendiri. Bidang apa yang kita kuasai? Beritahukanlah kepada teman sahabat, bahwa kita akan memberikan kuliah gratis, pasti kita akan menikmatinya demikian pula pendengarnya.

Talenta seseorang tidaklah sama, namun masing-masing orang pasti dibekali dengan talenta, tinggal bagaimana kita mengembangkannya, mengasahnya, untuk kemudian kita memetik hasilnya.

6.         Bersahabat

Setiap pribadi mampu bersahabat dengan kita, dan setiap individu dapat menjadi sahabat kita. Tiga keutamaan diperlukan dalam membangun persahabatan, Iman, Harapan dan kasih sayang. Tuhan yang pertama kali menjadi sahabat kita, pada waktu Ia menciptakan kita. Tiga keutamaan tersebut harus dibagi dengan orang lain. Kita bisa berharap dengan persahabatan. Kita bisa mengasihi dan menyayangi dengan persahabatan. Banyak sedikitnya sahabat tergantung pada sikap kita terhadap diri sendiri.

7.         Mendukung Orang Lain

Jika pekerjaan kita kurang mendapatkan penghargaan mungkin kita masih dapat bertahan. Tetapi kita tidak akan mampu untuk bekerja keras dan baik kalau tidak ada seorangpun yang memperhatikan kita, kita akan menjadi macet, malas, enggan bekerja. Ini berlaku bagi siapa saja.

Untuk mendapatkan dukungan, kita harus mampu mendukung orang lain, kalau ada orang yang berhasil dan kita menepuk punggungnya sebagai tanda dukungan, dia pasti akan semakin berkembang, begitupun sebaliknya.

     Sebagai pemimpin, kepala sekolah memberikan pujian dan dukungan dengan tulus terhadap anak buah apapun keberhasilannya, seberapapun keberhasilan itu, akan menjadi semangat yang paling ampuh.

8.         Berbagi dengan Orang Lain

Apa yang kita miliki dan dapat dibagi dengan orang lain? Renungkanlah! Apapun yang dapat kita bagi, sekecil apapun itu akan sangat bermanfaat bagi kita dan bagi yang menerima. Apakah kita mempunyai pengalaman menarik, lucu, gembira, yang bisa dibagi dengan orang lain? Apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain? Untuk lingkungan? Untuk negara?.

Berbagilah dengan orang lain karena dengan berbagi kita juga dapat menerima atau meminta dari orang lain

9.         Menjadi Pribadi Bahagia.

Tidak ada pekerjaan yang menyenangkan, semuanya adalah beban, hanya dengan mencintai pekerjaanlah kita dapat menemukan kepuasan dan kebahagiaan. Kebahagiaan akan melahirkan aura positif yang akan menimbulkan semangat kerja yang tinggi.

Belajarlah mencintai pekerjaaan, karena dari situ kita akan memperoleh kepuasan dan kebahagiaan. Sesekali boleh bercanda dan ber”joke” untuk menambah gairah kerja.

10.     Berusaha untuk Tidak Tenggelam.

Suatu saat kita dapat berjumpa dengan ’kesulitan’, dalam situasi itu kita akan merasa berat, muncul godaan, ”untuk apa melakukan pekerjaan ini?” Apakah tidak ada pekerjaan yang lebih baik?. Demikianlah godaan yang selalu muncul manakala kita berada dalam saat krisis. Tetapi bertahanlah. Berusahalah untuk tetap terapung di atas permukaan hidup. Percayalah banyak pelajaran yang bisa kita petik  untuk menjadi pribadi yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Beberapa langkah di atas dapat kita lakukan jika ada kemauan kuat dalam diri kita untuk terus berkembang, tidak ada kesempurnaan dalam hidup ini, termasuk dalam pekerjaaan. Tetapi menajdi lebih sempurna dari keadaan kita sekarang menjadi sebuah keharusan.

Jadilah TAS yang berkompeten dan dapat dipercaya, dan jadilah TASyang membanggakan dan pantas disandang.

 

Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEMBANGUN KINERJA TAS DENGAN "SMART"

  Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) merupakan bagian daripada tenaga kependidikan yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari efektif...