TAS YANG MEMBANGGAKAN
(Nana Supriyatna,
S.Pd., MM)
Kepala TAS SMAN 1
Tenjolaya
Ilustrasi :
Seorang bapak tampak memasuki
outlet penjual tas, disambut ramah oleh pelayan outlet tersebut :
Pelayan : Selamat
siang bapak, ada yang bisa kami bantu ?
Pembeli : Saya
mencari tas yang besar dan berkualitas
Pelayan : Bapak
datang di toko yang tepat, kami menjual berbagai macam tas yang diperlukan,
kalau boleh tahu tas seperti apa yang bapak cari? Lanjut pelayan
Pembeli : Tas
yang besar, kuat, dan elegan
Pelayan : Maaf
tuan, kenapa harus tas model demikian?
Pembeli : Tas
besar dapat menampung semua kebutuhan, aman untuk menyimpan data-data penting,
dan kalau dibawa dapat menunjang penamplan saya.
Ilustrasi
diatas adalah percakapan imaginer yang menggambarkan kebutuhan seseorang akan
tas yang dibutuhkan, tas yang berkualitas dan dapat dipercaya. Sekarang mari
kita berasumsi bahwa tas itu adalah TAS (Tenaga Administrasi Sekolah) dan
pembeli itu adalah Kepala Sekolah, atau atasan kita yang lain.
Kepala
sekolah membutuhkan TAS yang besar, kaya dengan kompetensi, kreatif dan
inovatif, selain itu pula dibutuhkan TAS yang kuat dalam pendirian, memiliki
komitmen tinggi, dan mampu menyiapkan serta menyimpan pekerjaan-pekerjaan yang
bersifat administrative, sehingga ketika dibutuhkan dapat dengan cepat
memberikan pelayanan. Disamping itu TAS juga harus memiliki kepribadian dan
kompetensi sosial yang tinggi, sehingga dapat membantu dan mendampingi kepala
sekolah dalam berbagai kesempatan.
Untuk
menjadi TAS yang besar, kuat dan elegan tentunya diperlukan pengembangan diri
untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya, baik melalui pendidikan dan
pelatihan yang dilaksanakan oleh pemerintah, maupun pengembangan diri secara
mandiri melalui diskusi kelompok, sharing,
atau bahkan menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Setiap
orang ingin tumbuh, berkembang, sukses, dan maju. Keinginan yang wajar dan
pantas untuk didukung. Manusia tidak hanya membutuhkan makan, minum, pakaian
dan tempat tinggal yang layak, tetapi juga ada dimensi-dimensi psikis yang
harus dipenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Manusia adalah fisik yang mempunyai
pikiran, perasaan, mata hati, dan emosi. Tidak hanya itu manusia juga mempunyai
jati diri sebagai manusia karena ia bersatu dengan realitas keadaan sekitarnya.
Dalam berinteraksi kita membutuhkan
fisik dan psikis yang saling
berhubungan, karena dengan bantuan tubuhnya manusia dapat melambangkan perasaan, ekspresi, keinginan,
emosi dan pikiran-pikirannya. Oleh karenanya, dalam usaha mengembangkan diri pun
dipengaruhi berbagai faktor baik dari dalam maupun dari luar manusia itu
sendiri.
Kemampuan seseorang untuk mengembangkan
dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, berbeda-beda dan terkadang tidak menyadari atau tidak memahami potensi
yang ada dalam diri sendiri, sehingga tidak mampu mengembangkan kemampuan atau
potensi diri sendiri. Oleh karenanya pemahaman yang benar terhadap potensi diri
sangatlah penting.
Setiap
orang menginginkan ‘menjadi diri sendiri’ dan semua orang mendambakannya. Kita
adalah pribadi yang ‘unik’ ‘khas’ dan ‘istimewa’. Untuk menjadi menjadi semakin
‘unik’ ‘khas’ dan ‘istimewa’, lingkungan sekitar kita sesungguhnya dapat membantu
pengembangan diri, kita bisa memanfaatkannya untuk menjadikan diri kita ‘berisi
‘yang paling baik’ dan yang unik. Kita bukan orang lain, bukan tiruan manusia
lain. Tetapi kita adalah kita. Oleh karena itu biarkanlah diri kita berkembang
sekarang juga, karena waktu adalah kesempatan yang tak bakal terulang kembali.
Kita hanya memiliki satu kehidupan. Hidup adalah hari ini dan mengarah ke hari
esok, maka “mulailah dari sekarang kita
mengembangkan diri dan menjadi pribadi yang istimewa”!.
Lalu bagaimana cara
kita mengambangkan diri?. Menurut Martha Mary McGraw dalam 60 Cara Pengembangan Diri (1987), beberapa strategi yang dapat
dilakukan diantaranya adalah :
1.
Diri Bertanya Pada Sendiri
Siapa saya?, Mengapa saya diciptakan?, Bagaimana
saya berhubungan dengan sang pencipta?, Apa yang saya dambakan dalam hidup ini?, Apa
yang paling berharga dalam hidup saya?, Sumbangan kecil apakah yang bisa saya
buat agar sekitar tempat saya berada menjadi lebih baik?, Apakah saya perlu
mengubah sesuatu? Apakah saya sudah cukup puas dengan keberadaan diri saya?
Hanya dengan berdialog dengan mata batin kita
secara jujur maka kita dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
2.
Menjadi Diri Sendiri yang Khas
Tidak ada seorangpun di dunia ini yang sama
persis, dan tidak seharusnya kita meniru orang lain, kita adalah diri sendiri
yang mempunyai khas-an yang tidak dimiliki oleh orang lain. Biarkan diri kita
berkembang dengan ke khususan dan ke unikannya, dan jadikanlah hal itu menjadi
modal dasar untuk meraih kesusksesan. Oleh karena itu menjadi diri sendiri yang
khas dan unik adalah pilihan tepat.
3.
Berkembang Terus
Kita adalah bagian
dari lingkungan, mari kita lihat diri kita, kita pasti akan menemukan keindahan
dalam diri kita. Jadilah tumbuh-tumbuhan yang selalu hijau yang mekar sepanjang
tahun, tanpa perlu ditanyakan apa sebabnya. Bunga-bunga liarpun bisa bermekaran
menyemarakkan keindahan alam, dan di rumah kita. Kita adalah bunga itu.
Kita ajak sesama kita
untuk bertukar pikiran, bertukar impian, maupun bertukar pengalaman. Kita
tanyakan kepada mereka apa yang mereka miliki. Hal seperti ini dapat
diibaratkan seperti penyerbukan silang. Senyumlah pada waktu kita mendengarkan
pengalaman orang lain itu. Pasti akan ada manfaatnya bagi kehidupan kita.
4.
Menjadi Pribadi yang Menarik
Untuk menjadi menarik
kita harus mengenali potensi dalam diri kita. Menarik tidak mesti cantik atau tampan,
tetapi lebih pada pesona diri. Untuk menjadi seseorang yang menarik kita bisa
mengeksplore kemampuan kita, menyadari kekurangan kemudian menutupinya dan
menonjolkan sisi lebih untuk membuatnya menjadi menarik. Menjadi menarik juga
merupakan pilihan, seseorang memilih menjadi menarik atau masa bodoh tergantung
dari dirinya sendiri. Percayalah bahwa diri kita betul-betul menarik. Keindahan
kita diperhitungkan.
Kita memang bukan
orang paling tampan atau cantik, tetapi percayalah bahwa kita memiliki
ketampanan tersendiri. Jangan pernah merasa minder. Kita hanya perlu mengenal
keindahan diri kita. Kita hanya perlu meyakinkah diri kita sendiri: “Bahwa saya
sungguh sangat menarik”
Seseorang yang
memiliki konsep diri negatif akan merasa tidak percaya diri, tidak berani
mencoba hal-hal baru, tidak berani mencoba hal yang menantang, takut gagal,
rendah diri, merasa diri tidak layak untuk sukses dan masih banyak hal inferior
lainnya. Sebaliknya seseorang dengan konsep diri yang positif akan terlihat lebih
optimis, penuh percaya diri, dan selalu bersikap positif terhadap segala
sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialaminya (Gunawan, 2005)
5.
Mengembangkan Talenta
Tidak pernah ada kata terlambat mengembangkan diri
kita teruslah belajar dan lakukan saja! Jangan pernah senang di zona nyaman, harus out of the box, menerabas keterbatasan. Kembalilah ’ke bangku
sekolah atau kuliah’ Ikutilah lokakarya, seminar ataupun pelatihan. Kunjungilah
ceramah-ceramah atau kita selenggarakan sendiri. Bidang apa yang kita kuasai?
Beritahukanlah kepada teman sahabat, bahwa kita akan memberikan kuliah gratis,
pasti kita akan menikmatinya demikian pula pendengarnya.
Talenta seseorang tidaklah sama, namun
masing-masing orang pasti dibekali dengan talenta, tinggal bagaimana kita mengembangkannya,
mengasahnya, untuk kemudian kita memetik hasilnya.
6.
Bersahabat
Setiap pribadi mampu bersahabat dengan kita, dan
setiap individu dapat menjadi sahabat kita. Tiga keutamaan diperlukan dalam
membangun persahabatan, Iman, Harapan dan kasih sayang. Tuhan yang pertama kali
menjadi sahabat kita, pada waktu Ia menciptakan kita. Tiga keutamaan tersebut
harus dibagi dengan orang lain. Kita bisa berharap dengan persahabatan. Kita
bisa mengasihi dan menyayangi dengan persahabatan. Banyak sedikitnya sahabat
tergantung pada sikap kita terhadap diri sendiri.
7.
Mendukung Orang Lain
Jika pekerjaan kita kurang mendapatkan penghargaan
mungkin kita masih dapat bertahan. Tetapi kita tidak akan mampu untuk bekerja
keras dan baik kalau tidak ada seorangpun yang memperhatikan kita, kita akan
menjadi macet, malas, enggan bekerja. Ini berlaku bagi siapa saja.
Untuk mendapatkan dukungan, kita harus mampu
mendukung orang lain, kalau ada orang yang berhasil dan kita menepuk
punggungnya sebagai tanda dukungan, dia pasti akan semakin berkembang,
begitupun sebaliknya.
Sebagai
pemimpin, kepala sekolah memberikan pujian dan dukungan dengan tulus terhadap
anak buah apapun keberhasilannya, seberapapun keberhasilan itu, akan menjadi
semangat yang paling ampuh.
8.
Berbagi dengan Orang Lain
Apa yang kita miliki dan dapat dibagi dengan orang
lain? Renungkanlah! Apapun yang dapat kita bagi, sekecil apapun itu akan sangat
bermanfaat bagi kita dan bagi yang menerima. Apakah kita mempunyai pengalaman
menarik, lucu, gembira, yang bisa dibagi dengan orang lain? Apa yang bisa kita
lakukan untuk orang lain? Untuk lingkungan? Untuk negara?.
Berbagilah dengan orang lain karena dengan berbagi
kita juga dapat menerima atau meminta dari orang lain
9.
Menjadi Pribadi Bahagia.
Tidak ada pekerjaan yang menyenangkan, semuanya
adalah beban, hanya dengan mencintai pekerjaanlah kita dapat menemukan kepuasan
dan kebahagiaan. Kebahagiaan akan melahirkan aura positif yang akan menimbulkan
semangat kerja yang tinggi.
Belajarlah mencintai pekerjaaan, karena dari situ
kita akan memperoleh kepuasan dan kebahagiaan. Sesekali boleh bercanda dan
ber”joke” untuk menambah gairah kerja.
10. Berusaha untuk
Tidak Tenggelam.
Suatu saat kita dapat berjumpa dengan ’kesulitan’,
dalam situasi itu kita akan merasa berat, muncul godaan, ”untuk apa melakukan
pekerjaan ini?” Apakah tidak ada pekerjaan yang lebih baik?. Demikianlah godaan
yang selalu muncul manakala kita berada dalam saat krisis. Tetapi bertahanlah.
Berusahalah untuk tetap terapung di atas permukaan hidup. Percayalah banyak pelajaran
yang bisa kita petik untuk menjadi
pribadi yang lebih baik dimasa yang akan datang.
Beberapa
langkah di atas dapat kita lakukan jika ada kemauan kuat dalam diri kita untuk
terus berkembang, tidak ada kesempurnaan dalam hidup ini, termasuk dalam
pekerjaaan. Tetapi menajdi lebih sempurna dari keadaan kita sekarang menjadi
sebuah keharusan.
Jadilah
TAS yang berkompeten dan dapat dipercaya, dan jadilah TASyang membanggakan dan
pantas disandang.
Terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar